Sabtu, 17 Juli 2010

Optimalisasi Efisiensi Sel Surya Dengan Penggunaan Perangkat Tambahan

BANDUNG, itb.ac.id - Dewasa ini, perkembangan sel surya sebagai sumber energi yang efisien dan ekonomis cukup pesat. Akan tetapi, sel surya menjadi kurang populer di masyarakat dan tidak berarti banyak pada aplikasi di masyarakat karena efisiensinya yang hanya mencapai angka sekitar 20%. Oleh karena itulah, Herlan Setiadi dan Anggita Bayu Suryawan, dua orang mahasiswa Program Studi Fisika ITB, mencoba merumuskan metode untuk mengoptimalisasi efisiensi sel surya dengan menggunakan perangkat tambahan pada sel surya.

Pada umumnya, sel surya merupakan sekumpulan modul sel photovoltaic yang disusun sedemikian rupa dan dikemas dalam sebuah frame. Sel photovoltaic yang terbuat dari silikon inilah yang nantinya akan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Ketika cahaya mengenai silikon, cahaya akan diserap oleh sel photovoltaic. Energi yang diserap ini akan mengakibatkan elektron lepas dan mengalir dalam semikonduktor, yang menghasilkan arus listrik.

Parabola Pengumpul Cahaya

Berdasarkan hasil studi dan diskusi yang dilakukan dua orang mahasiswa Fisika ITB ini, mereka mencoba merumuskan dua model perangkat tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan intensitas cahaya yang diterima sel surya. Model pertama menggunakan prinsip kerja yang sama seperti antena parabola yang mengumpulkan berkas cahaya tepat di titik fokus kelengkungan yang akan ditangkap sel surya.

Alat-alat yang diperlukan untuk menyusun model ini cukup sederhana, meliputi wajan, aluminium foil, lem, dan lempengan seng. Wajan diperlukan untuk memberi bentuk cekungan yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan berkas cahaya, sedangkan aluminium foil ditempelkan dengan lem pada permukaan atas wajan dan berfungsi untuk memantulkan berkas cahaya. Selain itu, diperlukan pula lempengan seng untuk menyangga sel surya yang diletakkan di titik fokus kelengkungan wajan.

Piramida Terbalik Tanpa Tutup

Model lain yang diusulkan adalah model piramida terbalik tanpa tutup. Model ini memanfaatkan pemantulan cahaya pada cermin datar yang disusun menyerupai piramida terbalik tanpa tutup. Serupa dengan model yang pertama, model ini juga memerlukan alat-alat yang relatif ekonomis dan sederhana.

Pada metode ini, empat buah cermin datar berbentuk segitiga dibentuk menjadi piramida. Tingkat kemiringannya juga diatur agar dapat memperangkap dan mengumpulkan cahaya pada permukaan sel surya. Susunan cermin datar ini berfungsi untuk membelokkan cahaya agar tepat jatuh pada sel surya. Sedangkan untuk merekatkan antarkaca yang digunakan dan sel surya, digunakan lem.

Dengan menggunakan rancangan model seperti tadi, maka intensitas cahaya dapat ditingkatkan sampai harga maksimumnya dibanding tanpa perangkat tambahan. Dari intensitas cahaya maksimum tersebut, sel surya dapat dikonversikan menjadi energi listrik yang jauh lebih besar daripada sel surya normal.

Dengan keterbatasan sumber energi fosil, sel surya merupakan salah satu sumber energi yang berpotensi tinggi untuk terus dikembangkan. Sinar matahari terang mampu menghasilkan energi hingga 5000 watt per meter persegi diatas permukaan bumi. Jika dikelola dan dikumpulkan dengan metode yang tepat, maka energi tersebut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar